Menjelajah Koleksi Flora dan Fauna di Museum

Anda ingin mengunjungi Museum dengan barang koleksi berbeda dari biasanya tidak hanya berupa prasasti dan benda bersejarah atau benda pusaka dari abad pertengahan, maka anda wajib mengunjungi dua museum ini. Dua museum yang terletak di Pulau Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dari museum lain. Di museum ini kita akan disajikkan koleksi hewan-hewan langka dan unik.

Jika anda pecinta Flora dan Fauna langka, maka museum ini dapat anda jadikan referensi sebagai tempat anda memperoleh infromasi tentang berbagai jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia. Jika anda tertarik dengan Museum-museum yang menyimpan berbagai macam flora dan fauna maka persiapkan camilan dan cermati penjabaran di bawah ini.

1. Museum Kupu-Kupu

Museum Kupu-Kupu

Photo by Google Maps (Eric Octavian)

Museum ini merupakan museum yang terletak di Taman Nasional Bantimurung Sulawesi Selatan Indonesia. Museum Kupu-Kupu ini merupakan museum yang menyimpan lebih dari 250 spesies kupu-kupu dan sekitar 200 spesies serangga lain selain kupu-kupu, jika ditotalkan ada sekitar 600 spesies yang di koleksi di Museum Kupu-Kupu Bantimurung ini.

Taman kupu-kupu ini sebenarnya merupakan peninggalan seorang naturalis asal Inggris bernama Wallache yang pada saat itu berdomisili di Bantimurung dan mengadakan penelitian terhadap berbagai macam spesies kupu-kupu. Tempat penyimpanan kupu-kupu yang telah diawetkan ini adalah etaalase kaca berbentuk segiempat dan di dalam etalase tersebut biasanya terdapat enam jenis kupu-kupu dengan spesies atau jenis yang sama.

Tempat ini selain sebagai museum penyimpanan kupu-kupu yang telah diawetkan juga sebagai tempat untuk konservasi sehingga tidak mudah untuk mengunjungi tempat utamanya hutan yang di jadikan Taman Nasional Bantimurung ini. Di sekitar Taman Nasional ini juga terdapat bukit kapur yang akan menambah suasana di sekitar museum terasa sejuk atau bahkan terasa lembab. Namun anda akan merasakan kesejukan alami dari bentang alam sekitar. Di sana anda juga akan menemukan Helena Sky sebagai sarana olahraga yang arenanyaa melewati dua menara yang berada diantara bukit-bukit kapur disekelilingnya.

Jika anda tertarik untuk mengunjungi museum ini maka anda dapat berkunjung ketempat ini pada pukul 08.00-16.00 dan tentunya persiapkan juga ongkos sebesar Rp. 5000 untuk membayar tiket masuknya. Bagi anda yang ingin melewati jembatan gantung anda juga dapat mmenikmatinya dengan membayar biaya sebesar Rp. 15.000.

Lokasi: Jenetaesa, Kec. Simbang, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.

2. Museum Komodo dan Fauna

Museum Komodo dan Fauna

Photo by Google Maps (Billy Tantri)

Sesuai dengan namanya Museum Komodo ini memiliki bentuk Komodo sehingga jika dilihat dari jarak jauh anda mungkin akan merasa melihat Komodo raksasa. Meskipun ikon Museum ini adalah Komodo, bukan berarti museum ini hanya menyimpan Komodo saja di dalamnya. Ada berbagai jenis reptil, mamalia, dan juga berbaagai jenis serangga lainnya yang menjadikan museum ini menarik untuk dikunjungi utamanya bagi anda pecinta binatang atau bagi anak-anak yang ingin dikenalkan tentang dunia satwa.

Di museum ini terdapat berbagai jenis serangga utamanya kupu-kupu dari berbagai daerah, lalu adaa burung dengan berbagai jenis, bianatang laut seperti siput, kepiting, kerang dan lain-lain. Ada juga reptil berbahaya seperti ular, buaya, daan biiawak yang dipamerkan daalam keaadaan hidup. Bakan beberaapa hewan disana seperti kura-kura daan kodok dapat disentuh oleh pengunjung. Anak-anak juga dapat menyentuhny tetapi tetap harus didampingi oleh orang tua, jadi tempat ini selain sebagai temppat rekreasi juga sangat tepat bila dijadikan sebagai tempat untuk edukasi dan melakukan penelitian misalnya sebaagai bahan untuk menambah referensi.

Lokasi: Jl. Taman Mini Indonesia Indah, RW.2, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.