Berkunjung ke Museum untuk Belajar Keanekaragaman Hayati Borneo

Museum adalah tempat tersimpannya benda-benda bersejarah bernilai tinggi seperti pusaka, kitab-kitab kuno, prasasti, dan sejenisnya. Namun tidak semua museum menyimpan barang-barang tersebut karena ada beberapa museum yang fokus untuk mengoleksi keanekaragaman hayati yang ada di daerah tersebut, misalnya saja museum yang berfokus dalam pengoleksian jenis-jenis kayu, hewan-hewan tertentu, dan keanekaragaman hayati lainnya.

Kalimantan sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang menjadi incaran para kolektor. Hal ini dikarenakan Kalimantan memiliki hutan yang masih terjaga ditambah lagi jenis hutan di sana adalah hutan hujan yang tentunya memiliki jenis spesies hewan dan tumbuhan lebih banyak dan beragam lagi. Jika anda ingin menilik keanekaragam hayati yang ada di Kalimantan maka sudah saatnya anda menyimak penjabaran museum-museum di kalimantan yang mengoleksi keanekaragamn hayati khas Kalimantan dibawah ini, sediakan camilan untuk menemani kegiatan anda.

1. Museum Rumah Bundar

Museum Rumah Bundar

Photo by Google Maps (Armigo Melleng)

Museum Rumah Bundar adalah museum yang menyajikan potret kehidupan masyarakat sekitar tempo dulu. Seperti tv jaman dahulu, sepeda ontel tua, benda dan perkakas rumah tangga lainnya yang bercorak lawas. Lalu jika anda memasuki sisi sebelah kanan museum, anda akan melihat berbagai macam koleksi kayu dari berbagai jenis dan potret berbagai jenis hewan khas Kalimantan utamanya dari jenis burung.

Dikarenakan Museum Rumah bundar tempo Dulu ini juga menyimpan berbagai jenis keanekaragaman haati khas Tarakan Kalimantan tidak heran jika museum ini juga diberi julukan sebagai Museum Flora dan Fauna.

Museum ini menjadi museum yang penuh sejarah pula karena didirikan di Kota Tarakan, kota yang menjadi saksi bisu terjadinya Perang Agresi terhadap Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Di museum ini juga tersaji benda-benda antik peninggalan Kasulthanan Bolongan yang sekarang wilayahnya bernama Banjar. Barang-barang tersebut berupa anting antik, telepon putar, mobil, uang kuno, dan masih banyak lagi benda bersejarah peninggalan Kasulthanan Bolongan.

Meskipun dari luar museum yang berbentuk setengah lingkaran ini terihat kecil, namun di dalamnya terdapat ruangan yang cukup besar untuk menyimpan barang-barang koleksi. Jika anda berminta untuk mengunjungi museum ini maka cukup keluarkan ongkos sebesar Rp. 8000 dan jangan lupa untuk berkunjung antara pukul 08.00-16.00.

Lokasi: Pamusian, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Timur.

2. Museum Kayu Tuah Himba

Museum Kayu Tuah Himba

Photo by Google Maps (Febrinainfebri)

Seperti namanya, Museum ini memiliki koleksi berupa berbagai macam jenis kayu dari Kalimantan. Tidak hanya menyimpan berbagai macam koleksi kayu dari spesies yang berbeda, Museum Kayu Tuah Himba ini juga menyimpan berbagai macam biji-bijian dan hewan yang hidup di perairan Kalimantan seperti kepiting dan bahkan ada buaya muara yang diawetkan sehingga kini menjadi ikon dari museum tersebut.

Museum berbentuk rumah panggung khas Kalimantan ini juga mengoleksi miniatur rumah adat di Kalimantan, kerajinan tangan khas Suku Dayak dan hiasan khas Kutai kalimantan. Koleksi kayu yang ada di museum ini sendiri mencapai 200 jenis untuk kayu dari Kalimantan dan Nusantara ditambah lagi dengan koleksi kayu dari berbagai negara dengan jumlah juga mencapai 200 jenis, jadi total jumalh kayu yang tersimpan di sana ada 400 jenis.

Jika anda berniat untuk bertandang ke museum ini maka anda wajib membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000, maka anda sudah dapat tour keliling museum untuk melihat keelokan kayu-kayu khas Kalimantan dan dunia yang meskipun hampir memiliki corak sama namun ternyata morfologi dari kayu-kayu tersebut berbeda. Jangan lupa jika anda tertarik untuk mengunjungi museum ini datanglah pada pukul 09.00-12.00.

Lokasi: Jl. Museum Kayu, Panji, Kec. Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.